Gotrade Indonesia Legal, Beli Saham AS Mulai 1 Dolar

Gotrade Indonesia Legal : Beli Saham AS Mulai 1 Dolar

Untuk saat ini Gotrade Indonesia Legal : Beli Saham AS Mulai 1 Dolar atau bisa dibilang harga dari satu lembar saham bisa dicicil.

Dijaman yang sudah serba digital seperti sekarang, akses investasi kian terbuka dan mempermudah para investor untuk menginvestasikan dana mereka.

Dengan adanya Gotrade, investor Indonesia bisa semakin mudah untuk membenamkan modal. Tidak terkecuali pada instrumen saham perusahaan besar di Amerika Serikat (AS).

Seperti yang kita ketahui, minat investor Indonesia di pasar saham AS sudah bukan lagi hal yang asing.

Lihat juga : Cara Daftar Gotrade Indonesia

Tentu poin ini didukung oleh sejumlah faktor. Tidak terkecuali pasar global yang dianggap mempunyai peluang lebih menarik dari sisi dividen ataupun capital gain.

Dibalik itu, investasi di pasar saham AS juga mempunyai risiko yang cenderung lebih rendah. Sehingga para investor tidak perlu khawatir jika nilai aset akan berkurang akibat dari fluktuasi nilai tukar.

Bahkan pasar saham AS juga diisi dengan emiten yang bukan main-main. Selayaknya Google dan lain-lain. Uniknya, pembelian saham bisa dilakukan secara in fraction atau berupa pecahan.

Meski demikian, anda selaku investor masih tetap harus hati-hati dalam memilih kustodian. Perlu dipastikan bahwa broker yang dipilih sudah memenuhi aspek dari segi legalitas dan juga baik secara operasional dan produk yang ditawarkan.

Gotrade Indonesia Legal : Beli Saham AS Mulai 1 Dolar

Sekedar untuk tambahan informasi, transaksi perdagangan produk finansial bisa tunduk pada ketentian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Semua tergantung dengan jenis produk yang ditawarkan.

Dalam hal ini, OJK mempunyai peranan untuk mengawasi serta mengaktur sektor pasar modal dalam bidang perdagangan efek atau sekuritas. Tidak terkecuali saham, obligasi, dan juga reksadana.

Sedangkan untuk Bappebti yang bernaung dibawah Kementerian Perdagangan. Mempunyai peranan untuk mengawasi perdagangan kontrak berjangka dan komoditi.

Terlepas dari legalitas, tentu investor juga harus paham dalam menilai keuntungan yang ditawarkan oleh pihak atau perusahaan investasi.

Jangan karena tawaran yang menjanjikan, anda mudah tergiur dengan iming-iming untuk dalam waktu yang cepat.

Pasalnya, segala bentuk investasi secara dasar membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperoleh keuntungan.

Apabila anda perusahaan yang berjanji untuk memberikan imbal balik melebihi bunga yang diberikan perbankan, terlebih tanpa risiko. Maka ada selaku investor harus lebih hati-hati dan waspada.

Baca juga : Cara Deposit Gotrade Indonesia

Gotrade Sudah Berizin

Salah satu broker di Indonesia yang baru-baru ini sedang ramai diperbincangkan ialah PT Valbury Asia Futures (VAF).

Karena tidak sedikit orang yang menilai bahwa Gotrade ilegal dan tidak aman. Maka perlu diketahui jika Gotrade dibawa VAF sudah mengantongi izin Bappebti.

Izin PT Valbury Asia Futures bernomor 184/BAPPEBTI/SI/II/2003. Bahkan VAF sendiri mempunyai reputasi sebagai pelopor pasar kontrak berjangka yang baik.

Dan yang terbaru, VAF mengajak perusahaan platform investasi saham asal AS, yakni Gotrade guna menghadirkan layanan investasi di Indonesia.

Melalui kemitraan keduanya, melibatkan juga pihak PT Jakarta Futures Exchange (JFX) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) yang merupakan perusahaan yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Nah dengan diluncurkannya aplikasi Gotrade, maka saat ini investor asal Indonesia bisa mempunyai kesempatan untuk mengakses saham dari emiten ternama AS di New York Stock Exchange (NYSE) atau Wall Street sekaligus National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ).

Sebagai contoh saham AS yang bisa dibeli ialah Google, Apple, Netflix, Tesla, dan yang lainnya. Uniknya, semua saham perusahaan tersebut bisa dibeli mulai dari 1$ saja.

“Daftar Gotrade & Dapatkan $2 Gratis”

Awal Mula Berdirinya Gotrade

Seperti yang kami kutip dari berbagai sumber, Gotrade sendiri mulai berdiri pada tahun 2019 oleh Rohit Mulani, Norman Wanto, dan juga David Grant.

Misi yang diusung ialah menghadirkan investas saham yang bisa menyenangkan bagi para investor, sekaligus adil dan sederhana untuk semua orang.

Nah di tahun 2021 silam, Gotrade memperoleh investasi seed-round sebesar 7 juta dollar AS dari Localglobe dan Social Leverage selaku investor awal Robinhood.

Tidak berselang lama setelah itu, platform investasi saham ini juga mengumumkan bahwa mereka memperoleh pendanaan seri A sebesar 15,5 juta dolar AS.

Dari sisi lain, perusahaan Gotrade (VAF) juga memperoleh dukungan dari investor lokal. Seperti halnya Kevin Aluwi dan super-angel Arya Setiadharma.

Selanjutnya, pasca memperoleh izin dari Labuan Financial Services Authority of Malaysia. Gotrade secara resmi meluncurkan platform dengan sistem undangan (invite-only) di bulan Maret 2021. Hal ini juga dibarengi peluncuran secara global di bulan September 2021.

Hanya dalam kurun waktu 6 bulan terhitung sejak peluncuran produknya secara global. Gotrade sendiri sudah mengumpulkan ratusan ibu pengguna yang tersebar di seluruh dunia.

Selaku pendiri, Rohit pun membeberkan sejumlah alasan kenapa Gotrade melebarkan sayapnya ke Indonesia.

Ia menilai bahwa mayoritas skema perdagangan saham asing di Indonesia terbilang masih mempunyai biaya yang tinggi sekaligus tidak sederhana.

Dalam hal ini, investor ritel selalu dibebani biaya tersembunyi yang bisa mengurangi keuntungan dari portofolio investasi.

Terlepas dari itu, produk finansial yang saat ini banyak beredar masih didominasi oleh reksadana dan juga emas.

Melalui kemitraan yang dibina bersama dengan PT Valbury Asia Futures (VAF), Rohit berharap mampu meningkatkan kesadaran sekaligus inklusivitas investasi di Indonesia.

Hal tersebut senada dengan pemaparan yang sudah ia lontarkan. Bersama VAF, Rohit yakin jika Gotrade Indonesia bisa menjadi solusi bagi mereka yang ingin berinvestasi dengan harga wajar dan terjangkau.

Simak juga : Cara Membeli Saham Di Gotrade

Skema Perdagangan

Seperti yang sudah kami paparkan sebelumnya, kerja sama antara Gotrade dengan VAF, JFX dan Kliring Berjangka Indonesia diselenggarakan melalui skema Penyaluran Amanat ke Bursa Berjangka Luar Negeri (PALN).

PALN ini yang nantinya memberikan akses ke pasar saham AS secara penuh melalui kontrak berjangka berdasar pada Peraturan Bappebti Nomor 1 dan 2 Tahun 2022.

Yang intinya, segala perdagangan yang dilakukan melalui Gotrade Indonesia. Akan otomatis menghasilkan kontrak antara pengguna platform dan FAF.

Sedangkan untuk perdagangan saham sendiri, dilakukan melalui Alpaca Securities yang merupakan broker-dealer dengan lisensi Financial Industry Regulatory Authority (FINRA) di AS.

Sekedar untuk diketahui, perdagangan saham terjadi secara real-time serta dieksekusi pada National Best Bid anda Offer sesuai dengan peraturan Securities and Exchange Commission AS.

Uniknya, Gotrade tidak menambah atau membenani pengguna dengan spread apapun pada harga tersebut.

Ketika perdagangan sudah diekseskusi secara langsung di AS. Maka semua kontrak di Gotrade sepenuhnya dijamin oleh saham riil yang dipegang oleh negara yang dimaksud.

Yang artinya, saham nyata yang dimiliki oleh pengguna Gotrade dipegang oleh Valbury sebagai broker lokal dalam akun pialang terpisah dari Alpaca Securities LLC.

Dan semua skema perdagangan yang terjadi pada transaksi di Gotrade, tentu sudah diawasi oleh Bappebti.

Dalam hal ini, Gotrade tidak memberikan penawaran leverage pada pengguna. Justru perusahaan meneruskan dividen yang diterima oleh Valbury dari Alpaca Securities LLC pada pengguna secara langsung.

Namun penyerahan dividen akan dikurangi dengan adanya pajak dividen sebesar 15 persen yang nantinya dipotong oleh Inland Revenue Service.

Mengusung Transparansi

Gotrade sendiri sudah mengklaim bahwa pihaknya tidak akan membebani investor dengan biaya tersembunyi lantaran transaksi terpublikasi.

Poin ini tentunya sangat sesuai dengan misi perusahaan untuk bisa membawa transparansi pada industri investasi Indonesia.

Terlepas dari itu, Gotrade juga tidak mengambil komisi dari adanya perdagangan yang aktif. Perusahaan hanya mengenakan biaya sebesar 0,11 dolar AS untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta biaya pelaporan transaksi pada JFX senilai 0,02 dolar AS per perdagangan.

Bagaimana dengan pendapatan yang diperoleh Gotrade? Untuk pendapatan Gotrade selaku platform perdagangan. Yakni berasal dari biaya sebesar 1,20 persen per transaksi foreign exchange (forex) yang dilakukan oleh pengguna.

Cek Juga : Cara Menjual Saham Di Gotrade

Memperkuat Formasi Internal

Dalam hal memperkuat formasi internal, Gotrade sendiri memberlakukan sejumlah langkah agar mereka mempunyai kinerja yang lebih baik.

Dalam hal ini, Gotrade menunjuk Komisaris Utama Valbury Group Andrew Haryono sebagai salah satu pendiri perusahaan.

Pada pemaparannya, Rohit menyebut jika Andrew sudah mulai trelibat sejak awal 2019 serta mempunyai peranan penting dalam hal kesuksesan Gotrade.

Terlepas dari penunjukan co-founder baru, Gotrade juga mengumumkan CEO Charles Schwab Singapura David Grant, mantan mitra firma hukum ternama asal Malaysia Zaid Ibrahim and Co Tan Hui Lynn, dan Financial Controler Asia Pasifik Oanda Jeremy Ng masuk pada formasi perusahaan.

Sama halnya seperti yang diharapkan oleh Direktur Utama (Dirut) KBI Fajar Wibhiyadi. Adanya kemitraan yang terjalin antara pihak KBI, VAF, Gotrade, dan JFX bisa menjadi katalisator positif untuk iklim investasi di Indonesia.

Selain itu, Fajar juga berharap jika VAF bisa duduk bersama untuk memberikan edukasi yang baik bagi kalangan masyarakat terkait investasi saham AS.

Dalam hal ini, Fajar juga menekankan peranan KBI ialah Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi sesuai regulasi.

Lihat juga : Cara Withdraw Gotrade Indonesia

Demikianlah sedikit ulasan yang bisa kami rangkum. Semoga anda bisa semakin yakin dan percaya diri untuk menginvestasikan dana di perdagangan saham AS.

Scroll to Top