Cara Menghitung Cash Ratio Dan Rumusnya

Bagaimana Cara Menghitung Cash Ratio Dan Rumusnya? Berikut kami rangkum sejumlah keterangan mengenai rasio kas dan juga rumus yang bisa digunakan.

Nah pada bidang keuangan dan juga bisnis, umumnya kita akan sering mendengar istilah cash ratio atau yang lebih dikenal dengan rasio kas.

Akan tetapi, apa kita memang sudah benar-benar paham dengan rasio kas? Apa pengertiannya, dan juga apa penting untuk mengetahui rasio kas tersebut?

Untuk menjawab semua keingintahuan anda, berikut kami sudah membahas terkait dengan apa pengertian cash ratio, contoh rumus, dan juga poin lainnya.

Agar anda tidak gagal paham dengan rincian yang kami maksud. Ada baiknya jika anda menyimak ulasan ini hingga tuntas.

Cara Menghitung Cash Ratio Dan Rumusnya

Merangkum informasi dari berbagai sumber, mungkin anda akan menemukan begitu banyak rumus yang bisa digunakan pada rasio kas.

Akan tetapi, tidak kesemuanya mudah dimengerti oleh orang yang belum paham dengan seluk-beluk rasio kas.

Nah, sebelum anda mengetahui rumus mudah dan cepat seperti yang kami maksud. Ada baiknya anda mengenal dulu apa yang dimaksud dengan rasio kas.

Pengertian Cash Ratio (Rasio Kas)

Sekedar untuk tambahan informasi, cash ratio (kas rasio) atau yang juga dikenal dengan Rasio Aset tunai, merupakan rasio yang digunakan untuk memperbandingkan antara total kas (tunai) dan setara kas perusahaan dengan kewajiban lancarnya.

Secara dasar, rasio kas merupakan bentuk penyempurnaan dari rasio cepat (quick ratio) yang umumnya dipergunakan untuk mengetahui atau mengidentifikasi sejauh mana dana yang berupa kas. Dan serata kas yang tersedia guna melunasi kewajiban hutang atau lancar jangka pendeknya.

Kebanyakan dari calon kreditur mempergunakan rasio kas ini untuk mengukur likuiditas perusahaan sekaligus untuk mengetahui kemungkinan perusahaan yang dimaksud untuk bisa menutupi kewajiban hutang jangka pendek yang dimiliki.

Apabila dilakukan perbandingan dengan rasio likuiditas yang lain, tentu rasio kas ini lebih dikenal sebagai salah satu rasio likuiditas yang paling ketat.

Bahkan rasio ini lebih konservatif terhadap kemampuan perusahaan guna menutupi hutang ataupun kewajiban jangka pendeknya.

Secara dasar, rasio ini hanya akan mempergunakan aset dan aktiva lancar jangka pendek yang paling likuid, termasuk kas dan setara kas.

Hal tersebut lantaran kas dan setara kas merupakan aktiva yang paling mudah serta cepat apabila diperguna untuk melunasi hutang lancar suatu perusahaan.

Rumus Cash Ratio (Rasio Kas)

Nah, setelah anda paham dan tahu mengenai penjelasan terkait pengertian rasio kas, maka poin selanjutnya ialah membahas tentang rumus dalam menghitung rasio kas.

Agar anda lebih mudah dalam menghitung rasio kas, maka tentu harus membagi aktiva lancar yang laing likuid terlebih dahulu, yakni kas dan setara kas dengan kewajiban lancar.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap, berikut rincian rumusnya :

Rasio Kas = ( Kas + Setara Kas) Hutang Lancar

Sebagai catatan :

  • Kas merupakan keseluruhan alat pembayaran yang bisa segera digunakan. Sebagai contoh ialah uang kertas, uang logam, saldo rekening giro, ataupun tabungan di bank.
  • Setara Kas, merupakan bentuk investasi yang sangat likuid, berjangka pendek, sekaligus bisa dijadikan kas (tunai) secepatnya dalam jumlah tertentu serta tidak mempunyai risiko mengalami perubahan nilai yang signifikan.
  • Hutang Lancar, merupakan hutang atau bentuk kewajiban perusahaan yang harus dibayar dalam jangka waktu satu tahun dalam satu siklus operasional perusahaan yang dimaksud secara tunai.

Contoh Perhitungan Cash Ratio (Rasio Kas)

Berikut terdapat beberapa contoh perhitungan yang mungkin bisa menjawab dan membantu anda mengetahui rumus rasio kas secara benar.

Contoh 1

Perusahaan PT. XXY mempunyai aktiva lancar sebesar Rp. 300 juta yang diantaranya termasuk Rp. 150 juta berbentuk uang tunai dan Rp 40 juta ialah rekening giro di bank.

Dan perusahaan tersebut mempunyai hutang lancar sebesar Rp 200 juta. Berapa rasio kas perusahaan PT XXY?

Diketahui :

Kas dan Setara Kas = Rp 190 juta (Rp 150 juta + Rp 40 juta) Hutang Lancar = Rp 200 juta. Rasio kas ialah?

Jawab :

Rasio Kas = ( Kas + Setara Kas ) Hutang Lancar

Cash Ratio = Rp 190 Juta Rp 200 Juta

Rasio Kas = 0,95 kali

Jadi, Rasio Kas pada perusahaan PT XXY ialah sebesar 0,95 kali.

Contoh 2

Sebuah Perusahaan yang bernama PT. Mekar Bersemi mempunyai aktiva lancar sebesar Rp 150 juta yang diantaranya berbentu uang tunai sebesar Rp 30 juta dan Rp 10 juta merupakan rekening giro do bank.

Perusahaan tersebut mempunyai hutang lancar sebesar Rp 90 juta. Jadi, berapa rasio kas perusahaan PT Mekar Bersemi tersebut?

Diketahui :

Kas dan Setara Kas =  Rp 40 juta ( Rp 30 juta + Rp 10 juta) Hutang Lancar = Rp 90 juta. Rasio kas sebesar?

Jawab :

Rasio Kas = ( Kas + Setara Kas ) Hutang Lancar

Cash Ratio = Rp 40 juta Rp 90 juta

Rasio Kas = 0,44  Kali

Jadi, perusahaan PT Mekar Bersemi mempunyai rasio kas sebesar 0,44 kali.

Penilaian Tentang Cash Ratio (Rasio Kas)

Jika dilihat pada contoh PT XXY di atas, sudah dicoba untuk menghitung rasio kas perusahaan.

Dari hasilnya, rasio kas perusahaan PT XXY ialah sebesar 0,95 kali. Yang artinya, PT XXY mempunyai kas dan setara kas untuk membayar 95% kewajiban lancarnya.

Bisa disebut jika rasio kas ini tinggi, sebab menunjukkan kas yang juga tingga di sepanjang tahun.

Sedangkan dari contoh keduam PT Mekar Bersemi mempunyai rasio kas sebesar 0,44 kali yang berarti perusahaan yang dimaksud hanya mempunyai kas dan setara kas untuk membayar 44% kewajiban lancarnya.

Bisa dibilang jika rasio kas ini cukup rendah, akan tetapi tetapn bisa diterima lantaran menunjukkan rasio saldo kas yang cukup rendah di sepanjang tahun.

Kesimpulan

Secara dasar, rasio kas kurang begitu populer dalam sebuah analisis likuiditas. Apalagi jika dibanding dengan rasio cepat dan rasio lancar. Hal tersebut lantaran rasio kas ini mempunyai kegunaan yang terbatas.

Sebenarnya tidak ada patokan penilaian umum terhadap rasio kas ini. Di beberapa negara, rasio kas 0,2 bahkan sudah dianggap bisa diterima.

Dengan jumlah rasio kas yang terlalu tinggi, pada dasarnya bisa menunjukkan penggunaan aset yang dianggap kurang maksimal.

Teruntuk perusahaan, umumnya ditunjukkan dengan adanya uang tunai yang terlalu banyak di neraca keuangan mereka.

Dengan melihat beberap contoh di atas, tentu anda bisa menilai dan memahami apa yang dimaksud cash ratio sekaligus rumus yang digunakan.

Mungkin rumus yang dimaksud tampak sederhana, namun bisa dipergunakan untuk kebutuhan seperti yang sudah kami jelaskan di atas.

Tidaklah sulit untuk memahami rumus rasio kas. Bahkan bisa dipelajari oleh orang awam sekalipun. Sebab rumus yang diterapkan sangatlah mudah.

Mungkin hanya itu saja keterangan yang bisa kami sampaikan untuk kali ini. Semoga bisa menjadi referensi, khususnya bagi anda atau mereka yang membutuhkan.

Pada kesempatan lain, mungkin kami akan melengkapi adanya kekurangan dari artikel ini (jika dirasa masih kurang). Sekian dari kami, dan semoga informasi ini bermanfaat.

Scroll to Top