Alasan Saham US Cocok Dijadikan Pilihan Investasi Pertama

Apa saja Alasan Saham US Cocok Dijadikan Pilihan Investasi Pertama? Jika anda merasa kurang yakin dengan saham perusahaan Amerika Serikat, mungkin bisa menyimak artikel ini hingga tuntas.

Saat seseorang ingin mencoba hal baru khususnya investasi di dunia stocks atau saham. Tentu akan mencari sumber referensi yang tepat untuk menguatkan niat mereka.

Terlebih saat ini sudah era digital yang kesemuanya bisa diakses secara online. Sehingga secara tidak langsung akan sangat membantu dalam mengumpulkan informasi yang dibutuhkan.

Nah dalam artikel ini, kami akan membuka pembahasan kenapa saham US bisa dijadikan tempat yang baik untuk memulai pengalaman investasi anda.

Atau setidaknya bisa dipergunakan untuk diversifikasi bagi kalangan orang yang sebelumnya sudah pernah berinvestasi.

Seperti apa performa pasar saham US apabilaa dibandingkan dengan pasar saham Indonesia.

Dan apakah investasi saham US itu aman? Selanjutnya, apa anda sudah tahu dengan adanya industri yang tidak dimiliki oleh pasar Indonesia akan tetapi tengah berkembang di pasar saham US.

Ada beragam pertanyaan terkait dengan bursa saham US yang banyak dicari oleh calon investor. Untuk mengetahui jawabannya, yuk lanjut saja membaca!

Alasan Saham US Cocok Dijadikan Pilihan Investasi Pertama

Bagi kalangan orang yang sebelumnya sudah melakukan investasi di dunia saham. Mungkin beberapa hal yang kami jelaskan ini udah tidak asing.

Bik itu dari segi perbandingan performa pasar, laju pertumbuhan, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Berikut kami sudah menyiapkan beberapa informasi yang mungkin bisa dijadikan acuan bagi anda yang membutuhkan. Apa saja hal tersebut?

Performa Psar Modal Indonesia VS Pasar Modal Amerika Serikat

Masih erat kaitannya dengan judul artikel yang kami buat, dalam artikl ini performa pasar saham Indonesua diwakili oleh IDX Composite atau IHSG.

Sedangkan untuk pembelajaran atau sumber informasi performa pasar saham Amerika Serikat diwakili oleh Indeks S&P 500.

Pertanyaan lanjutan mengenai hal ini ialah, apa yang dimaksud IDX? Indonesia Stock Exchange Composite Index atau yang juga dikenal sebagai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). DI luar negeri dikenal sebagai IDX Composite, merupakan sebuah indeks dari semua saham yang listing di bursa saham Indonesia (Indonesia Stock Exchage).

Untuk informasi lebih lanjut mengenai apa itu IDX? Anda bisa mempelajari langsung dari website resminya. Atau bisa mengumpulkan informasi pelengkap dari referensi lain.

Bagaimana dengan S&P 500? Tidak berbeda dengan IDX yang ada Indonesia. Tentu S&P 500 pun mempunyai pengertian yang sama.

Standard and Poor’s 500 atau yang disingkat S&P 500 merupakan sebuah indeks yang terdiri dari saham 500 perusahaan terbesar dari berbagai sektor dan terdaftar di bursa saham Amerika Serikat.

Perusahaan yang masuk pada S&P 500 ini umumnya beberapa perusahaan yang mempunyai kapitalisasi yang besar. Informasi lebih lengkap bisa anda cek disini.

Salah satu cara yang paling mudah untuk mengecek dan melihat kedua indeks yang dimaksud ialah menggunakan grafis pertumbuhan nilai dari keduanya.

Anda bisa dengan mudah menggunakan alat atau tool gratisan seperti TradingView, Investing, atau bisa juga dengan Yahoo Finance.

Dengan demikian, anda bisa langsung menampilkan grafis performa kedua indeks saham yang dimaksud.

Index Growth (Laju Pertumbuhan Indeks)

Untuk bisa melihat grafis seperti yang kami maksud di atas, maka anda bisa langsung mengeceknya di TradingView.com. Dimana link tersebut bisa anda akses dengan menggunakan pc ataupun smartphone.

Dengan hanya membuka link yang dimaksud, amaka anda bisa melihat grafik perbandingan pertummbuhan saham antara IHSG (IDX Composite) dan S&P 500 (SPX, SPX500).

Untuk informasi yang lebih lengkap, ada baiknya langsung menuju laman TradingView.com. Sehingga anda tidak hanya bertanya-tanya saja.

Nah dari graif syang dimaksud, setidaknya anda bisa melihat performa pertumbuhan IHSG dan S&P 500 dengan jangka waktu tertentu.

Perlu kami tekankan disini, yang kita lihat merupakan pertumbuhan (growth), sedangkan dari sisi lain informasi menggunakan satuan persen dan bukan nilai dalam satuan USD ($) atau IDR (Rp).

Contoh, saat IHSG nnaik 23 persen, begitu juga SPX500. Dan hl tersebut pernah terjadi di beberapa waktu yang lain.

Sedangkan di tahun 2019 silam, bahkan laju pertumbuhan IHSG sempat membalap SPX500 meski hal terebut tidak berlangsung lama.

Dan di waktu selanjutnya, justru pertumbuhan SPX500 yang begitu cepat dan sangat jauh meninggalkan IHSG.

Meski begitu, lanjutnya juga sempat terhenti serta berbalik turun drstis di semestter pertama 2020. Tepatnyaa ketika pandemi mulai banyak menyebar. Kondisi yang sama juga terjadi pada IDX atau IHSG.

Bagaimana dengan laju recovery-nya? Tampak jelas pada contoh grafis yang anda lihat. Bahkan laju recovery pertumbuhan SPX500 lebih cepat. Sedangkan untuk IHSG masih berada di kisaran 5 tahun lalu (bisa dilihat dari garis mendatarnya).

Top Stock Growth (Laju Pertumbuhan Saham Unggulan)

Apabila sebelumnya kita sudah sempat memperbandingkan laju pertumbuhan indeks secara langsung di head to head.

Maka untuk proses selanjutnya ialah kita mengambil contoh beberpa saham unggulan. Entah itu dari pihak IHSG ataupun SPX500 guna dibandingkan pertumbuhannya.

Jika dikira-kira, mungkin performa dari 6 saham paling top hampir sama (contoh sederhananya ialah 3 dari IHSG dan 3 dari SPX500).

Pada tahun 2018 silam, hampir semua saham tersebut memiliki tingkat pertumbuhan yang sama.

sedangkan di tahun 2019, Bank BCA (BBCA) bahkan sempat sebentar menyalip Apple Inc (AAPL) dan Microsoft (MSFT).

Nah bagi anda yang merasa penarasan, tentu bisa melihat perbandingan keenam saham unggulan tersebut di TradingView.com secara langsung.

Saham Perusahaan di Industri Kekinian

Sallah satu poin yang menarik di IHSG belakangan ini tidak lain ialah semakin banyaknya perusahaan teknologi yang IPO. Sebaai contoh disini ialah Bukalapak (BUKA), yang ditunggu seperti Gojek dan Tokopedia (GOTO), serta Traveloka, dll.

Sedangkan di SPX500, ada Tesla (TSLA) yang nongkorong menjadi poinerr mobil listrik konsumer. Netflix (NFLX) yang berkuasa di streaing film internasional, Roblox (RBLX) game masa kini yang tengah naik daun, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Apa Investasi Saham Aman?

Nah jika kita berbicara mengenaai faktor keamanan (safety), maka bisa digunakan pendekatan likuiditas atau seberapa liquid atau cair kah sejumlah saham di pasar tersebut.

Sudah tentu, sistem kkeamanan dari faktor ketersediaan jaminan juga menjadi salah satu bahakn pertimbanga investor.

Akan tetapi kenapa liquiditas bisa mencerminkan keamanan dalam investasi? Tentu hal ini lantaran semakin liquid suatu pasar saham. Maka akan semakin cepat investor bisa membeli dan atau menjual suatu saham.

Dengan kata lain, sudah bisa dipastikan bahwa risiko yang timbul akan semakin rendah. Sehingga liquiditas yang tinggi meminimalkan risiko yang muncul.

Seperti yang kami kutip dari Siblishsearch.com, kapitalisasi saham Amerika mencapai hingga $53 triliun (USD). Sedangkan untuk marketcap IHSG menurut yang dipaparkan Bisnis.com, berada di angka Rp 8,xx triliun (IDR) per Desember 2021 silam.

Terlepas dari itu, apabila anda berinvestasi di saham US secara resmi melalui broker resmi dan terdaftar sekaligus sudah diatur oleh lembaga resmi di Amerika. Maka semua aset sekuritas pasar saham sudah diauransikan atau setidaknya dijamin oleh SIPC dengaan total maksimal $500.000.

Apa yang dimaksud dengan SIPC? Baca artikel sebelumnya Alasan Kenapa Gotrade Aman.

Kesimpulan

Jika dibandingkan menurut data 5 tahun terakhir antara ISD dan SPX500, maka sudah jelas SPX500 mempunyai lanjut pertumbuhan yang lebih tinggi.

Pertanyaannya, apakah anda harus berinvestasi di saham US? Mungkin dulu investasi di bursa saham AS sangatlah sulit.

Hal tersebut karena banyaknya syarat yang tidak terjangkau oleh investor ritel. Seperti halnya dokumen administrasi dan minimal deposit.

Namun saat ini semua hal sudah dipermudah karena ada Gotrade yang menjadi jembatan bagi investor ritel.

Anda bisa investasi saham US dengan modal $1 dollar saja. Pasalnya Gotrade menerapkan sistem fractional share yang artinya anda tidak harus membeli saham 1 lot penuh (100 lembar), bahkan bisa kurang dari 1 lembar.

Ingin daftar Gotrade tapi masih bingung? Unduh aplikasinya ⇒DISINI.

Scroll to Top